Sejarah Bahasa Indonesia


Masa lalu sebagai bahasa Melayu

Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Aksara pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, mengindikasikan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai tempat di Nusantara dari wilayah ini, berkat penggunaannya oleh kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan.

Istilah Melayu berasal dari kerajaan Malayu, sebuah Kerajaan Hindu-Budha pada abad ke-7 di hulu sungai Batanghari, Jmabi di pulau Sumatera, jadi secara geografis semula hanya mengacu kepada wilayah kerajaan tersebut yang merupakan sebagian dari wilayah pulau Sumatera. Dalam perkembangannya pemakaian istilah Melayu mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari wilayah Kerajaan Malayu tersebut, mencakup negeri-negeri di pulau Sumatera sehingga pulau tersebut juga Bumi Melayu seperti disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama.

Dalam perkembangannya orang Melayu migrasi ke Semenanjung Malaysia (Hujung Medini) dan lebih banyak lagi pada masa perkembangan kerajaan-kerajaan Islam yang pusat mandalanya adalah kesultanan Malaka. Pada tahun 1512, kesultanan Malaka dimusnakan oleh portugis. Sehingga penduduknya diaspora sampai ke kawasan timur kepulauan Nusantara.

Secara sudut pandang histori juga dipakai sebagai nama bangsa yang menjadi nenek moyang penduduk kepulauan Nusantara, yang dikenal sebagai rumpun Indo-Melayu terdiri Proto Melayu (Melayu Tua/Melayu Polinesia) dan Deutero Melayu (Melayu Muda). Kerajaan Sriwijaya diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) dari abad ke-7 sebagai bahasa kenegaraan.


Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi republik Indonesia dan bahasa persatuan indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dirancangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari dan atau mencampuradukkannya dengan dialek Melayu atau bahasa ibu lainnya.
Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat lusa di perguruan-perguruan, di media massa, satra, perangkat lunak, surat-menyurat resi, dan berbagai forum publik lainnya. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.


Referensi: 


Penulis : Arini W. Alfiani ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Sejarah Bahasa Indonesia ini dipublish oleh Arini W. Alfiani pada hari Rabu, 03 Oktober 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Sejarah Bahasa Indonesia
 

0 komentar:

Posting Komentar